Follow us

Upaya Peningkatkan Kesadaran Remaja Terhadap Pentingnya Menjaga Ekosistem Laut Melalui Penyelaman



            Ekosistem laut sebagai pemegang peranan penting bagi kehidupan berbagai biota yang ada di dalam laut. Hal tersebut menyebabkan keadaan ekosistem laut dapat mempengaruhi kehidupan biota laut, Salah satunya yaitu terumbu karang. Pada ekosistem terumbu karang mencakup berbagai kehidupan biota di dalamnya seperti ikan dan berbagai gastropoda. Pada terumbu karang terdiri atas terumbu dan karang yang dimana terumbu adalah sekelompok bebatuan di dasar laut dan karang adalah hewan yang tersusun atas sekumpulan polip. Terumbu karang bersimbiosis dengan sejenis algae yaitu zooxanthella. Pada stuktur terumbu karang pada bagian bawah tersusun atas bebatuan terumbu dan pada bagian atas tersusun atas polip. Susuan terumbu karang tersebut menjadikan ekosistem yang amat disukai oleh berbagai macam biota.

            Terdapat berbagai titik lokasi keberadaan ekosistem terumbu karang di Indonesia. Namun, hal tersebut tidak menjadikan bahwa terumbu karang di Indonesia dalam keadaan prima. Pada beberapa titik lokasi terumbu karang di Indonesia seperti di Jawa Tengah, Maluku dan Sumatera barat kondisi terumbu karang dapat dikategorikan buruk. Hal tersebut dapat mengancam keberlangsungan kehidupan biota laut di dalamnya. Penyebab umum dari rusaknya terumbu karang tersebut yaitu pemanasan global, naiknya suhu permukaan laut dan pengasaman laut. Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa rusaknya terumbu karang juga disebabkan oleh wisatawan diver yang tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki pengetahuan dasar mengenai penyelaman sehingga menyebabkan rusaknya terumbu karang diberbagai titik lokasi di Indonesia.

            Penyakit umum yang diderita karang yaitu pemutihan karang. Hal tersebut disebabkan karena zooxanthellae yang mendiami karang keluar dari karang yang dikarenakan naiknya suhu permukaan laut. Selain itu pembuangan limbah cair ke laut juga menyebabkan rusaknya terumbu karang. Untuk menanggulangi hal tersebut dapat dilakukan dengan rehabilitas terumbu karang. Metode yang dapat dilakukan untuk rehabilitas terumbu karang diantaranya yaitu Transplatasi Karang, Ecoreef,  Reefball, Biorock, Artificial Reef, Rockphile, Marrs dan Bioreeftek. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada rehabilitas terumbu karang bahwa rehabilitas berbeda dengan transplatasi yang dimana jika transplatasi hanya melakukan transplatasi sedangkan rehabilitas dalam jangka panjang dan penuh tanggung jawab.

            Ketika akan melakukan rehabilitas terumbu karang terdapat hal penting yang perlu diperhatikan bahwa diperlukan keahlian penyelaman untuk melakukan rehabilitas tersebut. Menyelam itu sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan di bawah permukaan air, dengan atau tanpa menggunakan peralatan, untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Hal penting dalam melakukan penyelaman adalah penguasaan perlengkapan atau peralatan yang dipakai. Penyelaman dibagi atas beberapa jenis yaitu berdasarkan kedalaman, tujuan dan jenis peralatan yang digunakan.

            Jenis penyelaman berdasarkan kedalaman antara lain, Penyelaman Dangkal yaitu penyelaman dengan kedalaman maksimal 10 meter, Penyelaman Sedang yaitu penyelaman dengan kedalaman 10 sampai dengan 30 meter, Penyelaman Dalam yaitu penyelaman dengan kedalaman lebih dari 30 meter. Penyelaman berdasarkan tujuan antara lain, penyelaman untuk kepentingan pertahanan dan keamanan Negara seperti Tactical (combat) diving atau penyelaman untuk tugas-tugas tempur dan SAR, penyelaman kepentingan konstruksi di bawah permukaan air misalnya penambangan lepas pantai (off shore drilling), savage, dll. Penyelaman Ilmiah (Scientific Diving), dan Penyelaman Olah Raga (Sport Diving). Jenis penyelaman berdasarkan kedalaman antara lain, Skin Diving yaitu sport diving yang dilakukan dengan menggunakan peralatan selam dasar (masker, snorkel, dan fins), Scuba Diving yaitu penyelaman dengan menggunakan peralatan scuba.


            Diving menjadi sesuatu yang sangat penting di era sekarang dikarenkan banyaknya potensi dan kekayaan laut Indonesia. Potensi dan kekayaan laut Indonesia diantaranya yaitu, perikanan tangkap, budidaya, produk perikanan dan kelautan, wisata laut, terumbu karang, dan biodiversitas. Hampir seluruh bagian wilayah Indonesia bagian timur  termasuk keindahan coral triangle. Beberapa titik potensi diving di Indonesia antara lain yaitu, Raja Ampat, Wakatobi, Pulau Weh, Kepulauan Alor, dan masih banyak lagi.

            Belakangan ini bisa kita lihat di media sosial sudah banyak influencer, artis, penggerak lingkungan dan anak muda yang memperkenalkan keindahan bawah laut Indonesia. Namun sayangnya ancaman yang dihadapi laut juga sangat banyak seperti limbah industry, tambang minyak, tumpahan minyak, kutub mencair, suhu meningkat, sampah darat, eksploitasi SDL, kelangkaan biota, kematian biota, reklamasi, dan wisata yang tidak bertanggung jawab.

Minimnya kesadaran menjaga laut dan minimnya pengetahuan menjadi ancaman terhadap laut dan ekosistem terumbu karang.  Oleh karena itu pentingnya campaign dan action sangat diperlukan. Dengan tingginya pengguna internet di Indonesia berkampanye dan aksi dapat dilakukan secara digital, misalnya memberikan informasi mengenai cara diving yang baik dan titik-titik diving yang sekarang terancam.

Sebagai penyelam, kita punya tanggung jawab untuk marine live, yaitu dengan mengetahui bagaimana cara diving safety and responsibility, misalnya mengetahui biota mana yang bisa dan tidak bisa disentuh, tidak menggunakan sunblock, tidak membawa botol plastic saat turun, mempersiapkan peralatan dan rencana diving, dan mendengarkan briefing sebelum menyelam.

‚ú®Referensi:

Dive Into Nature:Raising Youth Awareness on Sustainable Marine Ecosystems Trough Diving.